Fakta Seram Mengenai Monster Loch Ness di Skotlandia

Dalam cerita rakyat yang ada di Skotlandia, ada satu makhluk keramat yang dianggap sebagai penghuni dari Loch Ness, Loch Ness adalah sebuah danau perairan yang berada pada deretan tinggi Skotlandia. Ia dijuluki dengan orang sana sebagai monster Loch Ness atau paling akrab disebut dengan Nessie. Nessie ini kerap kali digambarkan memiliki tubuh yang sangat besar seperti dinosaurus, memiliki leher yang panjang, dengan satu atau dua punduk yang menonjol dari air.

Bagi mereka pecinta informasi seputar cryptid alias hewan misterius, nama Loch Ness bukanlah nama yang asing. Loch Ness merupakan nama dari danau yang terletak di Negara Skotlandia, Inggris yang terkenal dengan kisah monster danaunya. Orang-orang banyak yang beranggapan bahwa monster Danau Loch Ness benar-benar ada, bahkan meyakini kalau danau tersebut merupakan tempat persembunyian dari monster tersebut. Akan tetapi, tidak sedikit juga yang menyangkal keberadaan dari monster Loch Ness. Sebenarnya, seperti apa sosok dari monster Loch Ness yang dimaksud? Berikut ini kisah dari monster Danau Loch Ness. berikut diantaranya.

Loch Ness adalah Danau yang Terhubung Langsung ke Laut

Hal yang tidak diketahui oleh banyak orang adalah tentang ujung dari danau yang satu ini. Pasalnya Danau Loch Ness merupakan danau yang langsung terhubung ke laut melalui sepasang sungai kecil yang terdapat pada bagian timur dan barat danau. Kondisi Login Sbobet geografis yang unik ini membuat Danau Loch Ness tampak seperti sebuah terusan alamiah yang membelah bagian utara Pulau Britania. Selain itu, danau ini pun sangat berbeda dari danau kebanyakan karena bentuk Danau Loch Ness yang relatif sempit dan panjang seperti sebuah sungai raksasa.

Jika dihitung secara kasar, jarak antara pantai utara dengan pantai selatan tidak lebih dari 3 kilometer. Sementara panjangnya bisa mencapai lebih dari 36 kilometer. Karena kondisinya yang terhubung langsung ke laut ini, para pecinta teori konspirasi atau cryptozoology berspekulasi jika monster Loch Ness yang selama ini menjadi legenda jarang menampakkan diri ke hadapan manusia lantaran hanya menjadikan Danau Loch Ness sebagai tempat singgah dan tempat tinggal utamanya.

Istana Urquhart Menjadi Saksi Bisu Perselisihan Skotlandia dengan Inggris

Saat ini, Skotlandia dan Inggris hidup damai sebagai bagian dari Inggris Raya. Akan tetapi pada abad pertengahan silam, kedua negara terlibat pertempuran sengit. Istana Urquhart menjadi salah satu dari saksi bisu persaingan antara kedua kerajaan bertetangga itu. Istana Urquhart sendiri pertama kali dibangun pada abad ke-13. Karena letaknya yang berada di tepian Danau Loch Ness membuat istana ini kerap jadi bahan rebutan antara Skotlandia dan Inggris. Misalnya saja pada tahun 1296 kala Istana Urquhart berhasil dikuasai oleh pasukan Inggris yang dipimpin oleh Raja Edward.

Namun, dua tahun berselang, istana ini kembali ke tangan pasukan Skotlandia. Beberapa ratus tahun kemudian dan Inggris-Skotlandia sudah menjadi negara yang damai, Istana Urquhart beralih fungsi menjadi tempat wisata sejarah. Karena lokasinya yang di tepi danau ini membuat pemandangan dari Istana Urquhart tampak indah. Hal ini membuat istana kian ramai dikunjungi oleh mereka yang sedang berwisata ke Skotlandia. Bahkan, saking ramainya, Istana Urquhart menjadi istana yang paling sering disambangi oleh wisatawan setelah Istana Edinburgh dan Stirling berdasarkan data pada tahun 2011 silam.

Pulau di Tengah Danau

Ternyata, tidak hanya Danau Toba saja yang memiliki pulau di tengah-tengahnya. Danau Loch Ness ternyata juga memiliki pulaunya sendiri, lho. Pulau tersebut dinamakan Pulau Cherry yang hanya berjarak 140 meter dari tepian danau terdekat.

Pada awalnya pulau ini memiliki luas hampir 2.500 meter persegi. Namun, akibat pengikisan yang terjadi membuat pulau ini semakin mengecil tiap tahunnya. Salah satu hal unik yang terdapat di pulau ini adalah terdapatnya reruntuhan istana. Oleh karena itu, beberapa orang berasumsi jika pulau ini dulunya menjadi pulau pelarian.

Monster Danau Loch Ness

Setiap kali mendengar kata Loch Ness, pikiran orang-orang pasti bakalan langsung mengarah kepada sosok monster berleher panjang yang tinggal di dalam danau. Saking terkenalnya, orang-orang kerap mengira kalau Loch Ness merupakan nama monsternya. Padahal, nama asli dari monster tersebut adalah Monster Loch Ness atau Nessie. Desas-desus tentang keberadaan Nessie pertama kali mencuat pada abad ke-7. Meski demikian, kabar ini baru mulai ditanggapi secara serius pada tahun 1933 setelah muncul kesaksian dari beberapa orang yang mengaku pernah melihat sosok aneh di Danau Loch Ness.

Salah satu saksi yang bernama Hugh Grey bahkan sempat mengambil foto Nessie. Namun karena foto yang diambil buram, orang-orang beranggapan jika sosok yang difoto oleh Grey hanyalah seekor anjing yang berlari sambil membawa tongkat kayu di mulutnya. Karena keberadaanya masih diperdebatkan, orang-orang pun masih penasaran sebenarnya monster Loch Ness tergolong sebagai hewan apa. Menurut kalangan cryptozoologist, mereka mengkategorikan monster Loch Ness sebagai sejenis plesiosaurus, yakni jenis dinosaurus yang memiliki leher panjang dan punya dua pasang sirip di kedua sisi tubuhnya.

Monster Danau Menjadi Target HOAX yang Subur

Sebagai konsekuensi dari kesimpangsiuran dari keberadaan Nessie, makhluk ini pun kerap menjadi target sasaran pemberitaan bohong alias hoax oleh orang-orang. Misalnya pada tahun 1934 beredar foto yang menampilkan sosok makhluk berkepala kecil dengan leher berukuran panjang sedang menyembul di permukaan danau. Foto ini dikenal dengan sebutan “Surgeon’s photograph”. “Surgeon’s photograph” sendiri diyakini menjadi foto paling jelas tentang keberadaan sosok monster Danau Loch Ness. Namun pada 1994, foto tersebut dinyatakan hoax setelah muncul pengakuan dari seseorang bernama Marmaduke Wetherell.

Menurut pengakuannya, foto tersebut aslinya adalah foto kepala patung mini yang ditempelkan pada mainan kapal selam. Karena berita tentang monster Danau Loch Ness yang begitu kencang berhembus, ia pun menjual foto tersebut ke koran lokal Daily Mail sehingga keingintahuan masyarakat tentang Nessie semakin meningkat. Foto hoax lainnya muncul pada tahun 1977. Adalah Anthony ‘Doc’ Shiels yang mengaku kalau dirinya berhasil memotret monster Loch Ness ketika tengah menginap di sebelah Istana Urquhart.

Sama halnya dengan “surgeon’s photograph”, foto yang diambil Shield menampilkan sosok makhluk berleher panjang dan berkepala kecil. Perbedaannya adalah sosok monster yang diambil Shield seolah-olah terlihat tengah meringis. Tidak seperti “Surgeon’s photograph”, foto milik Shiels ini dengan cepat diketahui kebohongannya. Hal itu lantaran wajah monster dalam foto terlihat tidak wajar seolah dibuat-buat.

Selain itu, riak atau gelombang kecil di sekitaran monster juga tidak dapat ditemukan. Karena tanda-tanda rekayasa ini semakin jelas, akhirnya orang-orang menjuluki foto Shiels ini dengan sebutan “Loch Ness Muppet”. Itu dia kisah tentang monster Danau Loch Ness yang melegenda. Meski penelitian lebih jauh telah dilakukan, namun para ilmuwan tidak kunjung mendapatkan tanda-tanda keberadaan makhluk tersebut. Terlebih tingkat kekeruhan air di Danau Loch Ness begitu tinggi sehingga membuat penyelidikan di dasar danau sulit dilakukan.