Festival Midsommar di Dunia Nyata, Tak Seseram di Film

Anda ingat atau pernah menonton film Midsommar yang digarap oleh Sutradara Ari Aster dan sempat tayang pada tahun 2019 yang lalu? Film bergenre folk horror ini dinilai cukup populer dan dikagumi oleh banyak orang saat kemunculannya. Bahkan film ini sempat menyedot perhatian kalangan publik secara luas karena alur ceritanya yang seram dapat mengejutkan bagi kalangan pecinta film horror karena sedikit tak biasa dari film jenis serupa lainnya.

Namun diluar dari film ini, tahukah anda bahwa festival Midsommar yang dibahas sebagai konsep utama dalam film berjudul sama tersebut terinspirasi dari kisah nyatanya? Festival Midsommar benar-benar terjadi di dunia nyata, hanya saja aktivitasnya tidak 100% sama seperti yang disajikan dalam film yang membuat bulu kuduk berdiri tersebut. Festival Midsommar ini nyatanya berasal dari Swedia dan selalu dirayakan setiap tahunnya sampai masa kini.

Untuk dapat mengetahui informasi seputar situs login sbobet88 dan film Midsommar yang merupakan kebudayaan dari masyarakat Eropa, serta negara Eropa bagian manakah yang menyelenggarakannya, anda dapat menyimaknya dalam topik pembahasan artikel dibawah ini. Semoga informasi yang dibahas menarik, bermanfaat dan menambah wawasan anda seputar kebudayaan skala internasional ya.

Perayaan Midsommar

Dikutip dari sebuah info, Midsommar atau Midsummer merupakan sebuah perayaan yang dirayakan di belahan bumi utara setiap musim panas. Festival ini tepatnya berlangsung pada akhir Juni di kala durasi sinar matahari jatuh ke bumi dalam waktu yang paling panjang di sepanjang tahun. Meskipun mungkin tidak benar-benar sama seperti yang terjadi dalam film tersebut hingga sekian puluh jam lamanya, namun di negara Swedia itu sendiri, festival Midsommar diartikan sebagai makna matahari yang tidak pernah atau nyaris terbenam selama waktu perayaan itu berlangsung. Sehingga konsepnya cukup mirip dengan kondisi yang dibahas dalam film tersebut.

Mirip saat ditayangkan dalam film, festival Midsommar ini dirayakan secara sangat besar-besaran. Menggunakan aneka atribut lengkap seperti mahkota bunga, tarian di maypole, udara segar, cuaca yang terik tanpa awan menghalangi langit, serta aneka jamuan lainnya. Saking meriahnya festival ini dirayakan, beberapa orang bahkan hingga mengajukan sebuah petisi yang meminta untuk festival Midsommar ini dijadikan sebagai hari nasional yang jatuh setiap tanggal 6 Juni.

Namun selain di negara Swedia, masyarakat negara lain juga ada yang merayakan Festival serupa. Di negara Finlandia itu sendiri perayaannya disebut sebagai Juhannus, di Norwegia dengan nama festival Sankt Hans After sedangkan di Denmark disebut Sankt Hans Often. Di luar kawasan Nordik, aneka negara lain di Eropa seperti  Portugal dan Hungaria juga merayakan festival ini. Di negara Brasil dan Kanada, para masyarakatnya merayakan hari ini dengan nama hari Santo Yohanes. Di negara lain yaitu Latvia, festival Midsommar sering disebut dengan nama Lígo atau sering juga disebut Jāņi. Festival ini bahkan dijadikan sebagai suatu perayaan besar yang dilakukan setiap tahunnya di negara tersebut.

Sejarah Perayaan Midsommar

Perayaan Midsommar sudah dimulai sejak masa agraria atau sekitar abad ke-6. Festival ini dilakukan untuk menyambut musim panas dan mendorong kesuburan dari hasil panen yang dikumpulkan. Festival ini dirayakan oleh masyarakat di pusat kota Swedia dan diadakan semalam suntuk lamanya karena matahari bersinar dalam periode yang lama. Menurut sumber dari kepercayaan Pagan, keajaiban akan datang melimpahi di antara siang dan malam hari. Dimana dunia manusia dan dunia roh entah itu roh baik maupun jahat berada dalam posisi perbedaan yang sangat tipis.

Perayaan Midsommar terus berkembang di tiap tahunnya. Mulai abad ke-16, baru tiang yang dikenal dengan nama maypole digunakan. Tiang tinggi yang dihiasi dedaunan dan bunga ini juga sering digunakan untuk menghias rumah. Namun saat Kekristenan mulai masuk ke Eropa pada masa akhir dari abad pertengahan, budaya Pagan mulai tergeser dengan budaya baru yang modern sehingga tren Midsommar pun mulai disesuaikan. Midsommar di masa modern ini tidak lagi dirayakan sebagai kegiatan spiritual melainkan hanya sebagai perayaan musim panas biasa saja.

Perbandingan Midsommar Di Antara Film dan Kenyataannya

Mirip seperti di filmnya dalam perayaan Midsommar, orang-orang akan menari mengelilingi maypole sambil menyanyikan lagu folk. Hanya perbedaanya kostum tradisional yang digunakan dalam film dengan dominasi warna putih sedangkan pada kondisi aslinya, orang-orang akan berpakaian biasa dengan mengenakan mahkota bunga di atas kepalanya. kegiatan memakan bubur serta bunga yang ditaruh di bawah bantal juga berbeda akan makna yang disajikan antara kondisi nyata perayaan festival ini dengan yang di film.Adegan pembunuhan manusia yang berusia lanjut serta tumbal yang kerap dilakukan untuk memberi kesuburan juga hanya merupakan khayalan dari pembuat film tersebut, dan tidak terjadi pada kondisi nyatanya. Akibat dari pandemi covid-19 yang sedang terjadi pada masa kini, perayaan Midsommar tidak dapat diikuti secara langsung untuk mencegah kemungkinan terjadinya penularan. Sehingga perayaan ini hanya akan disiarkan secara live melalui streaming di Facebook official Visit Sweden 2020. Bagaimana pendapat anda mengenai perbedaan perayaan yang asli dari festival ini dengan yang disajikan dalam filmnya? Apakah anda sudah menonton film Midsommar ini sebelumnya?

Theme: Overlay by Kaira Extra Text
Cape Town, South Africa