Budaya Unik di Eropa

Aneka macam orang Eropa

Wilayah Eropa merupakan salah satu daerah yang begitu terkenal di mata dunia. Banyak hal menarik yang membuat perhatian dari para warga negara lain terhenti sejenak dari aktivitasnya dan terpukau meresponi kebiasaan unik yang diterapkan. Tentu sudah sewajarnya bila setiap wilayah memiliki keunikan masing-masing. Kebiasaan maupun budaya unik yang diterapkan juga menjadikan negara penganutnya tampak berbeda dengan negara lain. Entah mendapat respon kagum atau bahkan mencibir, seluruh budaya yang unik ini harus tetap dihargai dan dilaksanakan. Agar budaya yang sudah ada ada itu dapat terus berlangsung dan menjadi keunikan dari tiap masyarakat. Artikel ini akan membahas aneka macam budaya unik dan menarik yang terjadi di Eropa.

Mengkonsumsi Roti Sebagai Makanan Utama Sehari-hari

Jika di negara lain banyak masyarakat yang menganggap bahwa roti hanya umumnya dikonsumsi sebagai makanan ringan atau untuk sarapan yang tidak terlalu besar, maka hal ini sangat bertolak belakang dengan kebiasaan dari masyarakat Eropa. Banyak negara Eropa yang memiliki kebiasaan dalam mengkonsumsi roti sebagai makanan utamanya, seperti Italia, Denmark, Jerman, Portugal, Rusia, hingga Finlandia. Prancis sebagai ibukota dari negara Italia bahkan memiliki kebiasaan unik dalam mengkonsumsi roti. Masyarakat Prancis terbiasa untuk melahap roti baguette yang menjadi salah satu jenis roti utamanya dengan cara menyobeknya secara kecil dan kemudian dioleskan ke saus khusus. Proses mengkonsumsi roti ini dilakukan sedikit demi sedikit dan terus diulangi hingga roti berukuran panjang tersebut habis dilahap. Masyarakat Prancis khususnya juga memiliki kebiasaan unik dalam mengkonsumsi roti. Mereka terbiasa untuk mengkonsumsi roti tanpa menggunakan piring piring kecil. Roti yang langsung dikonsumsi dari piring utama itu biasanya sering dijadikan dessert atau makanan penutup. Prinsipnya boleh ditiru juga nih untuk menghemat pemakaian sabun dalam mencuci piring bekas pakai.

Terbiasa Memberikan Makanan ‘Jahat’ Kepada Anak

Masyarakat Eropa memiliki kebiasaan dalam memberi makanan ‘jahat’ fastfood seperti burger, hotdog, chicken fingers, berbagai aneka macam gorengan lainnya. Aktivitas ini dilakukan kepada para anak-anak kecil dalam suatu perayaan yang disebut little gourmands. Perayaan yang sudah berlangsung sejak lama ini masih terus dikerjakan untuk melatih para anak-anak dalam mengapresiasi makanan yang dikonsumsinya sejak dari usia dini.

Banyak indera yang dimiliki oleh anak-anak tentu lebih peka disaat usianya masih muda. Mereka juga akan lebih mudah dalam mengidentifikasikan aneka macam rasa makanan. Maka dari itu kegiatan ini mungkin diberlangsungkan oleh orang Eropa untuk menajamkan indera pengecap masyarakatnya sejak usia yang dini. Hal ini bertujuan supaya memberi ingatan yang mendalam di benak anak-anak tersebut akan makanan yang memberi rasa enak di lidah. Sangat memungkinkan bahwa kebiasaan inilah yang menjadi standar dari berbagai macam evolusi dalam meningkatkan kualitas masakan ala Italia sehingga dinobatkan sebagai jenis masakan terenak di dunia.

Kebiasaan Ekstrim Dalam Membuat Tampilan Mata Indah

Implan pada bola mata

Memiliki bentuk wajah yang indah memang menjadi target dari banyak orang, terutama kaum wanita. Sama halnya dengan masyarakat Eropa yang memiliki kebiasaan unik dalam memasang perhiasan dengan cara diimplan (tanam) di bola matanya. Upaya ini dilakukan oleh banyak masyarakat Eropa untuk memberi tampilan mata yang tampak berkilau dan lebih menarik. Meskipun terdengar tidak nyaman dan tidak biasa untuk dikerjakan, namun aktivitas implan ekstraokular ini dianggap tidak memberi dampak negatif bagi masyarakat. Akibatnya hingga kini aktivitas ini masih terus dilakukan. Dalam melakukan prosedur dari pembedahan ringan ini, banyak dokter dari Eropa sudah sangat terbiasa untuk melakukannya. Upaya pengerjaan tindakan bedah ringan ini pun sudah tersedia dan banyak ditemukan di berbagai rumah sakit Eropa. Tidak berhenti sampai situ saja, di masa kini banyak dokter dari Amerika Serikat yang juga sudah mengetahui cara untuk melakukan prosedur ini. Dilihat dapat memberi tampilan yang lebih baik bagi mata sebagai bagian penting dari wajah membuat kegiatan ini cukup diminati berbagai orang di belahan dunia yang lain. Tentunya terlebih lagi bagi kalangan artis dan sosialita yang sangat mementingkan penampilan di wajahnya.

Acara TV Pendamping Aktivitas

Bagi masyarakat Eropa, fungsi dari acara televisi tidak hanya sebatas untuk memberi informasi, menghibur atau menyentuh emosi saat ditonton. Melainkan ternyata memiliki satu fungsi unik yang sering diterapkan oleh masyarakatnya. Lewat acara yang dikenal dengan istilah ‘Slow TV’, saluran televisi ini menayangkan acara TV seputar hal-hal yang membosankan. Dengan disertai tayangan monoton dan memutar lagu-lagu yang tidak menarik. Acara TV ini tentunya tidak menjadi kegiatan utama atau bahkan acara unggulan dari siaran TV lokal yang umumnya ditayangkan di Eropa. Jenis acara TV ini ditayangkan sebagai salah satu acara sampingan dalam menemani masyarakatnya melakukan kegiatan utama sehari-hari. Acara Slow TV ini sering disiarkan dalam waktu-waktu padat di hidup manusia, seperti saat sore hari sewaktu pulang sekolah dimana sering digunakan untuk mengerjakan tugas pekerjaan rumah. Atau di malam hari setelah pulangnya bekerja di kantor seperti saat sedang memasak atau makan malam.

Berbagai tindakan yang dilakukan di rumah masyarakat Eropa menjadi sering disertai lagu latar dari televisi. Hidup masyarakat Eropa menjadi seperti selayaknya tayangan dalam sebuah acara televisi. Dengan kriteria yang tidak memiliki konten menarik dalam acara TV tersebut, jenis lagu yang ditayangkan umumnya berjenis netral, dalam tempo yang perlahan agar tidak mengganggu maupun mengalihkan pusat perhatian dari aktivitas utama yang sedang dikerjakan. Kegiatan ini sering berlangsung utamanya di negara Norwegia, dari segenap kebiasaan unik yang sering berlangsung di Eropa.

Mencela Sebagai Wujud Memberi Dukungan

Masyarakat Eropa terutama negara Italia juga memiliki suatu budaya dalam menanggapi lawan bicara yang terbilang cukup unik. Perbedaan ini terlihat cukup signifikan dari kebanyakan tindakan yang normalnya terjadi di negara lain. Jika masyarakat di negara lain akan cenderung untuk lebih memberi dukungan, pujian atas suatu keberhasilan yang telah dicapai, atau menguatkan saat suatu kegagalan dialami. Namun hal ini akan sangat jarang terjadi di Prancis, ibukota dari negara Italia. Orang Prancis akan lebih terkesan mendorong masyarakatnya untuk berjuang lebih keras dari yang telah dilakukannya. Pujian yang terlontar dari mulut orang tuanya di saat sang anak berhasil meraih prestasi yang baik hampir tidak pernah terjadi. Segala pencapaian atau hasil dari kerja keras yang dilakukan dianggap sudah sewajarnya harus terjadi. Bahkan akan dicela jika tidak berhasil mencapai akhir yang paling sempurna. Misalnya seperti saat si anak tersebut memperoleh peringkat kedua, atau nilai pelajaran 95 dan tidak sempurna.

Banyak kalangan Asia yang menganggap respon ini sebagai suatu bentuk merendahkan dan tidak menjadi contoh yang baik bagi etika anak tersebut. Padahal menurut orang Eropa, ini hanyalah upaya untuk lebih mendorong anak tersebut agar berusaha lebih keras dan lebih teliti lagi dari yang sudah dikerjakannya. Orang Eropa menganggap segala sesuatu harus dikerjakan dengan maksimal dan sebaik mungkin. Sehingga mereka akan mendukung anaknya dengan memberi dorongan agar jangan sampai melakukan kesalahan yang tidak sempurna lainnya. Orang Eropa percaya bahwa upaya ini dapat mendorong standar kesempurnaan mereka agar terbiasa untuk melakukan segala sesuatu dengan lebih maksimal dan teliti di masa depannya.

Memiliki Gaya Hidup yang Sangat Sopan

Berbeda dari yang biasa terjadi di Amerika Serikat, masyarakat perancis terkenal memiliki gaya hidup yang sangat sopan dalam berinteraksi dengan masyarakat lainnya. Selain itu, kebiasaan enggan dan menolak bantuan yang diberikan akan dianggap sebagai tindakan yang justru tidak sopan dalam membalas kebaikan tersebut. Maka dari itu sebaiknya hilangkan perasaan tidak enak merepotkan orang lain saat berinteraksi dengan warga negara di Eropa khususnya Italia. 

Di tengah perkembangan dunia yang cenderung menjadi lebih individualis ini pun, banyak negara di Eropa yang juga tetap mengutamakan solidaritas dalam berhubungan antar sesama manusia. Bantuan yang diberikan para masyarakat setempat dalam berbagai aktivitas sosial akan dirasa sangat sering terjadi. Antar orang asing sekalipun tidak akan merasa tidak nyaman hingga curiga saat dibantu saat berada di tempat umum. Hampir tidak pernah terjadi dimana seseorang mengalami kesulitan dan diabaikan karena tidak dapat menyelesaikan masalahnya saat berada di ruang publik.

Theme: Overlay by Kaira Extra Text
Cape Town, South Africa